6 Tahap Penggunaan Uang dari Zaman Ke Zaman

6 Tahap Penggunaan Uang dari Zaman Ke Zaman


Berikut ini diuraikan tentang penggunaan uang dari zaman ke zaman berdasarkan tahap-tahap tertentu. 

1. Tahap Sebelum Barter 

Pada tahap ini. masyarakat belum mengenal pertukaran dan perdagangan. Kehidupan masyarakatnya masih sangat sederhana. Jumlah penduduknya pun masih sedikit schingga kegiatan ekonominya belum berkembang. Setiap kelompok masyarakat mcmcnuhi kebutuhan hidupnya sendiri-sendiri. Apa yang mereka dapatkan. itulah yang mereka manfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. 

2. Tahap Barter 

Dengan semakin berkembangnyajumlah penduduk, semakin banyak pula kebutuhan terhadap berbagai jenis barang. Pada kenyataannya, manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya dari hasil usaha sendiri sehingga memerlukan bantuan orang lain. Untuk mendapatkan barang-barang yang mereka hasilkan scndiri, mereka akan mencari orang lain yang mau menukarkan hasil usahanya dengan barang lain yang mereka butuhkan. Kegiatan pertukaran barang dengan barang tersebut disebut dengan barter.

3. Tahap Uang Barang 

Dengan adanya beberapa kesulitan dalam sistem barter. muncullah benda-benda tenentu yang selalu dipakai dalam membantu memperlancar proses pertukaran. Contohnya. kulit harimau. gigi binatang, ikan yang dikeringlcan, dan kerang. Benda-benda tersebut digunakan sebagai alat wkar karena pada saat iw dianggap memcnuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut. yaitu:
  1. Diterima oleh umum (generally accepted): 
  2. Memiliki nilai yang tinggi dan bersifat stabil/tetap; 
  3. Bersifat praktis dan mudah dibawa; 
  4. Mudah disimpan tanpa mcngurangi nilai: 
  5. Jumlahnya sedikit, jarang, serta sulit diperoleh; 
  6. Sangat digemari oleh masyarakat. 

4. Tahap Uang Logam 

Selanjutnya. penggunaan uang barang pun masih memiliki banyak ke-lemahan, di antaranya: 
  1. Nilai yang dipenulcarican belum memiliki pecahan: 
  2. Banyak jenis uang barang yang beredar dan hanya berlaku secara lokal di setiap wilayah: 
  3. Uang barang sulit dalam penyimpanan dan pengangkutan. 
Berdasarkan kelemahan tersebut, penggunaan uang barang beralih ke penggunaan uang logam yang terbuat dari emas dan perak. Alasannya karena cmas/perak dianggap memenuhi syarat-syarat uang, yaitu: 
  1. Emas dan perak merupakan logam yang dapat diterima oleh umum; 
  2. Jika dipecah-pecah nilainya tetap atau tidak berkurang; 
  3. Tahan lama dan tidak mudah rusak. 

5. Tahap Uang Kertas 

Pada tahap selanjutnya, emas dan perak (uang logam) kurang diminati sebagai alat pcnukaran karena memiliki kelemahan-kelemahan, di antaranya: 
  1. Jumlahnya terbatas (langka) sehingga menyulitkan dalam melakukan transaksi yang jumlahnya sangat besar: 
  2. Kandungan emas yang dimiliki setiap daerah berbeda sehingga menyebabkan persediaan emas di sctiap daerah tidak sama; 
  3. Emas dan perak tidak praktis untuk dibawa-bawa, mengandung risiko hilang, serta keamanannya tidak tcrjamin. 
Untuk mengatasi kelemahan uang logam tersebut. para pemilik uang emas dan perak meIakukan transalcsi tidak dengan mcmbawa uang, tetapi cukupdengan mcnunjukkan bukti kepemilikan emas dan perak yang ditulis dalam kertas. Sejak ituIah. uang kertas bcrlaku dalam sistem pertukaran. 
6 Tahap Penggunaan Uang dari Zaman Ke Zaman

6. Tahap Uang Giral 

Perkembangan kehidupan perekonomian yang semakin mcningkat menuntut adanya alat pertukaran yang lebih mudah. praktis, dan lebih aman. Untuk memenuhi tuntutan tersebut. orang menciptakan uang giral (uang bank). Uang giral adalah tagihan yang ada di bank yang sewaktu-waktu dapat diambil dengan menggunakan cek atau giro. Uang giral dapat berbentuk cek., giro, rekening koran. dan kartu kredit.