Struktur Pemerintahan Militer Jepang di Indonesia

Pemerintahan Sementara. Dengan menyerahnya Belanda kepada Jepang (8 Maret 1942), berakhirlah pemerintahan Belanda di Indonesia. Dengan resmi ditegakkan pemerintahan Jepang di Indonesia. Indonesia memasuki periode baru, yaitu periode pendudukan militer Jepang. Berbeda dengan zaman Hindia Belanda dimana hanya ada satu pemerintahan sipil, pada zaman Jepang Indonesia diperintah oleh tiga pemerintahan militer.

Struktur Pemerintahan Militer Jepang itu adalah sebagai berikut. 

  • Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara Keduapuluh lima) untuk Sumatera dengan pusatnya di Bukittinggi.
  • Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara Keenambelas) untuk Jawa-Madura dengan pusatnya di Jakarta. 
  • Pemerintahan militer Angkatan Laut (Armada Selatan Kedua) untuk daerah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan pusatnya di Makasar. 
Semua hal yang berbau Belanda dihapuskan dan diganti suasana Jepang. "lepangisasi" yang dilakukan pemerintah Jepang adalah sebagai berikut.
  • Hanya bendera Jepang yang boleh dikibarkan pada hari-hari besar. Lagu kebangsaan yang boleh diperdengarkan hanyalah lagu Kimigayo. 
  • Mulai tanggal 1 April 1942, waktu Jepanglah yang harus dipakai. Perbedaan antara waktu Jepang (waktu Tokyo) dan waktu di Jawa, pada zaman pendudukan adalah 90 menit. Waktu lama yaitu jam pada zaman Hindia Belanda yang sama dengan WIB tidak dipakai lagi. 
  • Mulai tanggal 29 April 1942 tarikh yang harus dipakai ialah tarikh Sumera (Tahun 1942 Masehi = tahun 2602 Sumera). 
  • Sejak itu, setiap tahun rakyat Indonesia diwajibkan merayakan hari raya Tencosetsu. Tencosetsu adalah hari lahirnya Kaisar Hirohito. 
  • Untuk kepentingan jual beli dan pembayaran lainnya, mata uang yang berlaku ialah uang rupiah Hindia Belanda. Pemakaian mata uang lain dilarang keras.