isi Surat Perintah Siasat No 1 Tanggal 9 November 1948

Isi Surat Perintah Siasat No 1 Tanggal 9 November 1948


Berkat pengalaman yang diperoleh selama menghadapi agresi militer Belanda yang pertama, Panglima Tentara dan Teritorium Jawa, Kolonel A.H. Nasution memandang perlu mengeluarkan konsepsi pertahanan yang dituangkan dalam Surat Perintah Siasat No.1 Tanggal 9 Nopember 1948.


Isi Surat Perintah Siasat antara Lain sebagai berikut. 

  • Memberikan kebebasan kepada setiap komandan untuk melakukan serangan terhadap posisi militer Belanda. 
  • Memerintahkan kepada setiap komandan untuk mcmbentuk Kantong-kantong pertahanan. 
  • Memerintahkan agar semua kcsatuan TNI yang berasal dari daerah pendudukan untuk segera meninggalkan Yogyakarta dan kcmbali ke daerahnya masing-masing, jika Belanda menycrang Yogyakarta. Pertahanan daerah Yogyakarta dan sekitarnya diserahkan sepcnuhnya kepada pasukan TNI setempat brigade 10.
Pada 19 Desember 1948 Belanda melancarkan agresi militer kedua. Panglima Besar Jenderal Soedirman memerintahkan tentara republik ke luar kota untuk bergerilya kembali. Soedirman memutuskan untuk memimpin gerilya sekalipun waktu itu beliau dalam keadaan sakit berat (TBC). Jenderal Soedirman memimpin perjuangan gerilya dengan berpindah-pindah. Dalam keadaan kesehatannya yang makin menurun dan terpalcsa harus ditandu, Jenderal Soedirman menjelajahi wilayah gerilya di daerah selatan Yogyakarta, Keresidenan Surakarta, Madiun, dan Kediri.
Dengan semakin dipenajamnya perang gerilya, tentara Republik mulai memegang inisiatif pertempuran. Belanda menjadi terdesak dan barisan pertahanannya banyak yang hancur. Dalam keadaan demikian, dunia internasional semakin gencar mengecam Belanda, sehingga negeri itu bersedia mengadakan perundingan dengan pihak Indonesia.