Serangan Umum Terhadap Pendudukan Belanda di Yogyakarta dan Dampaknya
Panglima Besar Soedirman mengatakan agar Sri Sultan berhubungan langsung dengan Letkol. Soeharto (Komandan Brigade 10 Daerah perlawanan III di Yogyakarta). Kedua tokoh itu sepakat menyusun rencana serangan umum atas kedudukan Belanda di Yogyakarta yang pada saat itu berada di bawah pimpinan Kolonel van Langen.
Dalam rangka mempermudah koordinasi penyerangan, wilayah serangan dibagi dalam lima sektor, yaitu sebagai berikut.
- Sektor barat dipimpin Letkol. Ventje Sumual.
- Sektor selatan dan timur dipimpin Mayor Sarjono.
- Sektor utara dipimpin Mayor Kusno.
- Sektor kota dipimpin Letnan Amir Murtono dan Letnan Marsudi.
Keesokan harinya, peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 ini dilaporkan oleh R. Sumardi ke pemerintahan PDRI di Bulcittinggi melalui radiogram. Berita itu kemudian disampaikan kepada AA. Maramis, diplomat RI di New Delhi, India, dan L.N. Palar, diplomat RI di New York, Amerika Serikat.
![]() |
| Serangan Umum Terhadap Pendudukan Belanda di Yogyakarta dan Dampaknya |
Berikut Dampak Yang ditimbulkan akibat Serangan Umum tersebut.
- Menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Pemerintah RI dan TNI masih ada.
- Mendukung perjuangan diplomasi pemerintah RI di forum PBB.
- Mendorong terjadinya perubahan sikap Amerika Serikat yang berbalik menekan Belanda agar melakukan perundingan dengan pihak RI.
- Meninggikan moral rakyat dan TNI yang sedang bergerilya.
- Mematahkan moral dan semangat pasukan Belanda.
